head Anakku Gak Mau ASI - Muthmainnah

Anakku Gak Mau ASI

By Muthmainnah Yuria - August 12, 2016


Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh. Halo, sobat. Dalam rangka turut menyemarakkan Pekan ASI Dunia, Muthmainnah membagikan kisah tentang saya ketika sakit dan berhenti menyusui selama beberapa hari, lalu anak menolak untuk menyusu kembali.

Nah, sepengetahuan orang desa, anak yang ditinggal sakit ibunya dan masih menyusu biasanya memang seperti tidak kenal lagi gitu. Seperti melihat makhluk asing. But, inilah kisah saya memperjuangkan ASI kembali untuk si Kecil.


Sobat semua khususnya ibu jika pernah menderita sakit untuk sekian waktu sementara dalam keadaan menyusui pasti menjadi dilema. Yah, tetap menyusui tetapi kondisi semakin memburuk dan takut si Kecil tertular. Atau berhenti menyusui walaupun si Kecil belum genap berusia 2 tahun dan masih sangat membutuhkan ASI.

Saya pernah menderita sakit demam berdarah dan bronkitis selama hampir dua minggu dalam keadaan masih menyusui. Waktu itu anak saya berusia 1,6 bulan. Usia dimana dia masih berhak penuh atas ASI. But, karena saya harus dirawat di rumah sakit terpaksa saya harus meninggalkan si Kecil di rumah. Diasuh oleh kakek dan neneknya.

Pada malam pertama anak saya tidak henti hentinya menangis. Mencari susu. Lucunya nenek si Kecil yaitu ibu saya memberikan ASI palsu alias hehe maaf ya nenen punya Mbah Uty.

Sontak si Kecil langsung marah, karena mungkin dia merasa kok jadi lain dan tidak keluar airnya. Hehe. Kata Mbah Uty sejak saat itu jika digoda untuk nenen langsung menolak dan marah.

Empat hari setelah saya dirawat di rumah sakit akhirnya saya dibawa pulang. Bukan karena sudah sembuh lho. Tetapi, karena keadaan saya tidak ada perubahan sama sekali. Saya memilih pulang beristirahat di rumah.

Selama beberapa hari tidak menyusui ternyata menimbulkan bengkak bengkak dan rasa sakit. Saya kompres daerah sana dengan handuk yang dicelupkan ke air panas.

Malam harinya, keadaan saya semakin memburuk. Saya pun kembali dilarikan ke rumah sakit di keesokan harinya.

Wah padahal sudah rindu berat dengan si Kecil, belum bertemu sudah harus berpisah lagi.

Saya dirawat kembali selama 4 hari. Alhamdulillah keadaan sudah membaik walaupun masih terasa lemas.

Pasca dirawat, kerinduan yang telah lama terbendung menjadi semakin tak tertahankan. Saya nekat menemui si Kecil di tempat Mbahnya.

Pagi pagi sekali saya kesana. Saya lihat si Kecil asyik memberi makan ayam di belakang rumah. Saya panggil namanya.

"Qutaibah"

Akan tetapi dia hanya memandang sekilas. Tiada memperhatikan saya.

Saya dekati.

"Salim yuk sama Ummi"

Dia tidak mau.

Saya cium juga tidak mau.

Aahh mungkin ini. "Qutaibah, nenen mau?"

Dia tetap tidak peduli.

Oh, apakah dia sudah melupakan ibunya? Atau marah karena kutinggalkan?

Aahhh terselip rasa sesal di hati kenapa dulu ku meninggalkanmu, sayang. (berasa baca novel ya?hehe)

Kuikuti kemanapun dia pergi. Dia duduk, sayapun duduk di sampingnya. Tetapi, dia malah menghindar. Dia tidak mau kudekati. Ya, Rabb. Sakitnya tuh disini!

Malamnya saya nekat membawanya pulang ke rumah. Anehnya, dia bertemu bapaknya biasa saja. Bertemu tetangga biasa saja. Hanya bertemu dengan saya saja dia seperti memendam rasa kesal. Mungkin kesal kutinggalkan.

"Nak air susunya masih lho, kenapa gak mau minum?"

Dia nangis sekencangnya karena mengantuk. Ku nenen, dindak (gak mau). Kilikan? (gendong) Dia lari. Akhirnya dia bisa tidur setelah diajak bapaknya keliling desa (naik motor).

Seperti kebiasaan bayi pada umumnya, anak saya bangun tengah malam. Kata Mbah Uty, Qutaibah kalau malam makan roti minumnya air di taruh wadah botol. Kebetulan karena dia masih merem saya nenenin saja seperti kebiasaan sebelumnya. Awalnya dia mau.

Yeesss, berhasil.

Akan tetapi tak selang berapa lama dia terbangun dan teriak!

Aaaahh. Ya, Rabb. Ini anakku kenapa menghindariku.

Saya kebingungan dan hanya bisa berdo'a. Ya, Allah buatlah anakku mau menyusu lagi.

Berkat doa seorang ibu (doa ibu pada anaknya pasti dikabulkan lho, ayo ibu doakan yang terbaik untuk anak) dan kegigihan saya mendekati anak, akhirnya berhasil dia mau menyusu kembali pada saya.

Kok bisa?

Mengajak anak bermain bersama dan aktivitas kebersamaan lainnya juga disertai dengan doa mampu mengembalikan chemistry ibu dan anak yang hilang. Dan dengar dengar sih, hampir setiap anak yang ditinggal sakit ibu dalam waktu yang lama pasti seperti itu.

Kini anak saya sudah berusia 1,11 bulan. Tinggal satu bulan lagi menyapihnya. But, saya mempunyai hutang menyusui jadi saya akan lebihkan sebulan lagi.

Walaupun kata tetangga air susu menjadi basi pasca disapih (darurat), tak menyurutkan semangat saya untuk tetap menyusui sampai tuntas.

Karena hal tersebut hanyalah mitos dan tidak bisa dibuktikan secara medis. So, lanjut breastfeeding aja.

Menyusui sangat penting bagi ibu dan anak. Diantara manfaat yang didapat ibu adalah mencegah kanker, KB alami, dan mempererat hubungan batin. Sedangkan manfaat buat si Kecil adalah membantu mengoptimalkan pertumbuhan fisik dan mentalnya. ASI juga merupakan susu yang satu satunya diterima dengan baik oleh tubuh bayi hingga usia 2 tahun. So, mengganti ASI dengan sufor sangat tidak efektif karena kurang sempurna untuk bayi baik dari segi nutrisi dan psikisnya juga kurang bersahabat dengan pencernaannya.

Nah, sobat. Tetap menyusui yuk sampai baby cukup usia untuk disapih.

Agar pertumbuhan dan perkembangannya optimal.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.





  • Share:

You Might Also Like

22 comments

  1. Luaar biasa, perjuangan Mba Muthmainah. Nggak kebayang kalau saya ada di posisi itu.
    Semoga tuntas ya Mba menyusuinya.

    ReplyDelete
  2. alhamdulillah mba..
    semoga tuntas, tinggal sebulan lagi..hihi

    makasih dah mampir mba Ety

    ReplyDelete
  3. Oiya..saya menyusui.. Ini anak saya udah 21 bulan..dan saya blm dapat haid sejak selesai nifas. Katanya sih krn otomatis jd KB Laktasi yaa..tapi ttp khawatir euy..

    ReplyDelete
  4. Alhamdulillah si kecil mau minum ASI lagi. Kedua anak saya kebetulan gak masalah. 2 tahun menyusu lalu disapih.

    ReplyDelete
  5. Mbak arin iya mbak KB laktasi,, alami. kalau saya udah dapat haid n kadang telat tapi gak hamil walaupun klo pas telat was was sih..hihi

    ReplyDelete
  6. mbak noer ilma,, alhamdulillah lancar laktasi mbak,,sehat selalu umminya..
    jangan sampe kepotong krn sakit kayak saya,,aammiin

    ReplyDelete
  7. Aku pernah merasakan sedihnya saat anak nggak mau disusui, mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah rasanya patah hati deh pokoknya huhuhuhu..

      Delete
  8. Pasti sedih ya kalo anak kita nggak mau diajak bahkan disusui lagi. Pas saya WWLjuga ada rasa sedih banget kalo nggak nyusuin dia lagi. Untungnya, anaknya mau lagi ya, mbak. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedih bgt mbak.. nyampe gak percaya anakku pa bukan kok kayak gitu..

      Delete
  9. Hebat mba, tetap semangat menyusui. Biasalah mba, orang tua seka banyak mitos.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak..
      banyak mitos yang cocok sama agama maupun sains :)

      Delete
  10. Keep de spirit mbak, masih adaptasi mungkin ya mbak si kecil :) Sehat2 selalu ya mbak bersama keluarga tercinta. Slm kenal..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiinn..
      iya mbak.. mungkin pangling juga beberapa hari gak ketemu mbak

      Delete
  11. hiks,ini yg bikin aku usaha minta ga opname waktu dokter mendiagnosa aku tipes. padahal seharusnya opname, tapi ga tega sama anak2

    ReplyDelete
    Replies
    1. awalnya dibawa ke rumah sakit mbak trus karena gak tega tidur di rumah sakit trus diantar kerumah mbahnya

      Delete
  12. Aku pernah merasakan kesusahan menyusui juga, yang penting kita terus melakukan yg terbaik utk anak ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget mbak..
      yang penting kita memberikan yang terbaik untuk anak anak

      Delete
  13. Alhamdulillah ya, akhirya mau menyusu lagi :)

    ReplyDelete
  14. Selamat hampir memasuki babak baru Qutaibah... selamat ya mba... hampir selesai tugas menyusuinya...

    ReplyDelete

Jazakumullah khairon katsiron atas kunjungannya.
Silahkan tinggalkan kesan dan pesan.
Mohon jangan spaming ya :)

"Backlink-lah dengan cara yang ma'ruf"