Menjelang 2019 sudah banyak sekali generasi milenial yang mulai bermunculan ke jagat media sosial mencoba peruntungannya menjadi influencer. Walaupun memang sebenarnya mereka hanya latah ingin menjadi selebgram hits (ini rata-rata anak muda ya yang hanya pengen menjadi yang paling ngehits, ini hasil penelitianku nanyain anak-anak SMA yang sering minjem kameraku hehehe.) menjadi content creator Youtube, bahkan juga latah ingin menjadi blogger. Wkwkwkwkwk. Termasuk aku dulu juga latah sih.

Memang menyenangkan bekerja di bidang kreatif. Apalagi Digital Creative benar-benar sesuai dengan pasion orang zaman now yang ingin bekerja dari rumah saja namun mempunyai penghasilan yang cukup menggiurkan atau seorang karyawan yang ingin mempunyai pekerjaan sampingan yang tak menganggu jadwal pekerjaan utamanya dan juga banyak jumlah kaum ibu-ibu yang ingin memanfaatkan waktu luang disela-sela istirahatnya biar bisa beli gincu sendiri.


Namun menjadi influencer tak serta merta hanya ‘upload-langsung ngehits’ saja lho. Emang siapa elo sehits itu. Awkarin aja butuh kreatif dulu baru ngehits.

Ada tangan-tangan kreatif dibalik akun beken yang menjadikan setiap konten yang diupload itu bakal menjadi hits atau tidak. Bermanfaat untuk dilihat atau hanya konten asal-asalan bikin saja. Menjadi kreatif selain jago memvisualisasikan ide juga pastinya membutuhkan ketrampilan untuk menuangkan idenya menjadi sebuah konten. Entah itu konten video, konten tulisan/artikel, konten foto, dsb. Semua itu membutuhkan skill yang tidak didapatkan dari lahir. Butuh belajar. Butuh alat. Butuh modal untuk belajar dan membeli alat penunjangnya.

Content Creator itu membutuhkan apa sih?

1. Kamera untuk menghasilkan foto dan video berkualitas. 
2. Aplikasi ms. Word untuk mengetik konten.
3. Aplikasi editing gambar dan video
4. Aplikasi sosmed untuk mengenalkan karyamu
5. Skill photography, editing dan copywriting juga dong tentunya. Kalau nggak bisa ya butuh kursus atau sekolah khusus multimedia.


Mahal juga ya modal awalnya. Iya mahal lah. Tapi bisa dipangkas kok kemahalan yang tertera di setiap harga seperangkat alat canggih, aplikasi, maupun kelas kursusnya. Tidak harus dengan membeli laptop yang mahal dan walaupun beli yang murah pun tidak bakalan bisa dipakai untuk editing karena gak kuat dengan beratnya aplikasi editing yang banyak memakan ram dan memori.

Mending pakai smartphone dulu kalau menurutku sih sebelum ke tingkat advance memakai laptop karena smartphone yang murah pun sudah bisa ini itu dibandingkan laptop murah (dan keduanya ini harganya sama).

Cukup dengan sebuah smartphone murah sudah bisa kok. Kamu bisa mencari smartphone murah yang memakai sistem android Go agar bisa hemat RAM ketika kamu mengoperasikannya. Sedangkan memori penyimpanan masih bisa ditambahkan memori eksternal. Memakai Facebook Lite atau Youtube Go sudah bisa kok. Sisanya kamu tinggal download aplikasi editing foto/video yang versi lite juga. Ada kok yang gratis. Kalau mau yang pro tinggal bayar dengan pulsa juga bisa.


Berita baiknya kalau kamu beli Advan S50 4G yang harganya hanya 700an ribu sudah bisa dapat smartphone canggih sekaligus paket bundling smartphone unlimited selama setahun penuh. Hemat kan? Cocok untuk creator pemula yang masih dalam tahap pengembangan diri agar tidak memakai modal terlalu besar padahal belum peroleh keuntungan. Yah namanya juga modal awal harus pinter-pinter cari harga dan manfaat kan daripada gengsinya. Yang penting jalan dulu sambil belajar digital marketingnya, SEOnya, copywritingnya, editingnya, photography bahkan coding websitenya.

Belajar digital creative dari Yotube saja.

Dulu waktu awal-awal ngeblog pengen banget kuliah lagi atau ngambil kursus multimedia atau kursus menulis yang harganya bisa sampai sepuluh juta rupiah untuk pendidikan selama setahun. 

Namun berpikir lagi, kita hanya butuh ilmu praktisnya saja sedangkan ijasah mungkin hanya akan disimpan karena kita bakalan kerja dari bilik ruang dalam rumah sendiri, bukan di sebuah perusahaan besar yang membutuhkan aneka ijasah warna-warni. Mulai curhat sama senior-senior dan mereka kebanyakan bilang “Nggak usah kursus segala macam, di internet sudah banyak kok. Aku pun lulusan perawat tapi bisa coding ya dari internet.” Begitu kurang lebih inti dari saran kak senior tsb.



Mulai aku browsing artikel dan video Youtube tentang editing gambar, editing video, dan semua ilmu-ilmu yang dibutuhkan oleh seorang creator untuk membuat konten. Waktu itu smartphoneku hanya murahan banget lho tapi bisa diisi ini itu.

Apalagi jika memakai Advan S50 4G yang spesifikasinya (cek spek di sini) lebih keren lagi ditambah aplikasi-aplikasi versi lite sudah pasti bisa dipakai untuk ini itu. Dan aku sih lebih enakan pakai smartphone daripada di laptop yang hanya bisa dipakai buat ngetik dan coding template di blogger doang karena memang laptop murah. Seolah-olah dunia dalam genggaman.


Sering banget lihat video youtube tentang editing foto di smartphone, editing video di smartphone, coding template dsb. Semua ada di Youtube dan kalau pakai paket smartphone unlimited Indosat Ooredo yang didapat dari Advan S50 4G sudah pasti hemat banget karena gratis Youtube dan sosmednya hingga setahun. Mungkin tahun ini kamu beli eh tahun depan sudah bisa jadi mastah karena sudah khatam ilmu multimedia yang hanya belajar otodidak lewat Youtube saja yang ditonton setiap hari.