Recent Posts

Header Ads

5 Kebudayaan Jakarta yang Masih Bertahan Hingga Saat Ini

Ummi sudah pernah ke Jakarta? Atau barangkali tinggal di ibukota negara tercinta kita ini? Menarik sekali ya, Ummi. Jakarta adalah sebuah kota yang dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Tak mengherankan, Jakarta sebagai ibu kota negara memiliki daya tarik khusus sehingga banyak orang ingin liburan ke kota metropolitan ini. Oleh sebab itu, membeli tiket pesawat murah ke Jakarta saat liburan menjadi salah satu kegemaran masyarakat di luar ibukota.

Source : indonesiaindahlo
Meskipun demikian, kebudayaan warga asli Jakarta, yaitu masyarakat Betawi, tidak serta-merta tergerus dan hilang. Hingga kini, ada beberapa pertunjukan kesenian dan budaya Jakarta yang masih rutin diselenggarakan, khususnya pada acara-acara tertentu. Pertunjukan ini menarik untuk ditonton dan diikuti.

Ummi sudah pernah menonton salah satunya mungkin?

Berikut ulasan 5 pertunjukan kesenian khas Betawi (Jakarta) diantaranya:

Tanjidor

Tanjidor adalah sebuah kesenian musik khas Betawi yang dimainkan oleh 7-10 orang. Alat musik yang digunakan antara lain klarinet, piston, trombon, saksofon tenor, saksofon bas, simbal, drum, dan tambur. Kesenian ini biasanya ditampilkan dalam sebuah pawai di jalanan. Tanjidor juga kerap dimainkan pada saat mengarak pengantin.
Uniknya, kesenian Betawi ini justru banyak dipengaruhi oleh musik dari Eropa. Konon, nama “tanjidor” berasal dari bahasa Portugis, yaitu tangedor. Artinya adalah alat musik yang berdawai. Meskipun demikian, tangedor sebenarnya tidak dapat mewakili tanjidor dari Betawi karena alat musik yang digunakan sebagian besar alat musik tiup.

Ondel-ondel

Ondel-ondel adalah sebuah pertunjukan khas dari Betawi yang biasa ditampilkan pada pagelaran pesta rakyat. Ondel-ondel berbentuk boneka raksasa dengan tinggi 2,5 meter. Karena terbuat dari anyaman bambu, ondel-ondel mudah dipikul dan dibawa dalam arak-arakan.
Oleh masyarakat Betawi, boneka ini dianggap mewakili para leluhur dan berfungsi untuk menolak bala atau gangguan roh halus. Namun, kesenian ondel-ondel kini lebih banyak ditampilkan untuk menambah suasana pesta menjadi lebih semarak.

Lenong

Lenong adalah sebuah bentuk sandiwara tradisional khas Betawi. Ada dua jenis lenong yang biasa dimainkan, yaitu lenong denes dan lenong preman. Lenong denes identik dengan para pemain yang berbusana formal. Kisahnya tentang kerajaan atau kaum bangsawan. Sebaliknya, lenong preman bercerita tentang kehidupan masyarakat sehari-hari.
Kesenian lenong mulai berkembang pada awal abad ke-20. Kesenian teater ini berupa lawakan-lawakan yang dimainkan tanpa plot. Awalnya, para pemain lenong berkeliling kampung untuk mengadakan pertunjukan. Kini, lenong menjadi tontonan panggung yang disempurnakan dengan tata panggung yang lebih modern.

Pencak Silat

Betawi juga memiliki seni pencak silat yang cukup populer. Seni bela diri yang dikenal berasal dari Melayu ini tak bisa dilepaskan dari masyarakat Betawi. Pada zaman penjajahan kolonial Belanda, pencak silat bahkan digunakan untuk melawan aksi kesewenang-wenangan.
Kini, selain menjadi sebagai salah satu cabang olahraga yang dilombakan secara internasional, pencak silat juga sering ditampilkan di atas panggung. Keluwesan dan kecekatan para pemain memainkan jurus-jurus andalan memang menarik untuk ditonton dan dinikmati.

Gambang Kromong

Gambang kromong adalah sebuah pertunjukan musik berbentuk orkes dari Betawi. Musik ini memadukan gamelan dengan alat musik sukong, tehyan, dan kongahyan, yaitu alat musik gesek khas Tionghoa. Perpaduan dua budaya ini menciptakan pertunjukan yang ceria, meriah, dan gembira.
Ada banyak orkes gambang kromong yang masih bertahan hingga saat ini. Anda bisa menikmati salah satu pertunjukannya dalam acara-acara tertentu yang bernuansa tradisional Betawi.

Demikian 5 kesenian dan budaya Betawi yang masih bisa dinikmati hingga saat ini. Namun, akan semakin sempurna jika Ummi da keluarga bisa langsung menontonnya di daerah asalnya, yaitu Jakarta. Dari kota mana pun kota asal, ada banyak tiket pesawat murah ke Jakarta. Ummi hanya perlu mengulik website Airy untuk mendapatkan informasi paling lengkap dan terbaru.

Post a Comment

1 Comments

  1. Saya belum pernah melihat kebudayaan betawi secara langsung kecuali ondel-ondel. Yang lainnya cuma lihat di tv. Semoga nanti bisa menikmati kesenian betawi secara langsung :D

    ReplyDelete

Jazakumullah khair..
Silahkan tinggalkan kesan dan pesan.