head Belajar Tentang Seluk Beluk Job Review Bareng Widyanti Yuliandri - Muthmainnah

Belajar Tentang Seluk Beluk Job Review Bareng Widyanti Yuliandri

By Muthmainnah Yuria - July 27, 2017


Assalamualaikum..
Alhamdulillah, sudah setahun lebih usia muthmainnah.com. Bukan tanpa alasan mengapa dulu berhijrah dari blog gratisan ke TLD. Yah, salah satunya agar blog terlihat lebih profesional. Walaupun prakteknya belum profesional ya. Hehehe. Tapi kantornya nyaman bzeanget nih. Bisa sambil ngeloni baby. Banyak bantalnya.
Banyak sekali ide-ide yang bermunculan di angan. (Mungkin efek dari kantornya deket bantal ya) Mulai dari ingin bikin kategori tentang resep, eh keteteran karena jarang masak yang beraneka. Ada lagi nih bikin kategori Ummi Piknik yang isinya tentang travelling, tapi jarang piknik. Si Ummi Piknik kurang piknik ternyata. Hehehe. Lalu per kategori tersebut saking kepengin dan nekat juga saya buatkan akun sosmednya sekalian. Termasuk saya buatkan akun Instagramnya.
Unik gitu kalau diberi nama ummipiknik dan resepndeso. Kepengen kedua akun tersebut bisa bermanfaat di bidangnya. Resepndeso diharapkan mampu menyajikan aneka resep kampung yang mudah, murah, dan bisa memberi inspirasi untuk ibu-ibu. Sedangkan ummipiknik diharapkan mampu memberikan tips seputar bepergian bersama si kecil, tamasya, maupun tips berkendara yang aman untuk ibu, biar 'ratu jalanan' nggak cuma sangar menghadapi halang rintang yang menghadang tapi juga bisa tertib berlalu lintas.

Sebagai seorang wanita yang kepenginan. Keinginan itu selalu muncul bergantian dan bertubi-tubi. Tapi kemampuan dan tenaganya pas-pasan. Huhu.. Jadinya masya Allah, nggak keurus semua.
Sampai mepet dan semepet-mepetnya hanya mengandalkan ide dari lomba blog maupun SP untuk mengisi kekosongan konten per kategori gengsian itu. Ya untuk mengisi blog maupun untuk mengisi konten sosmed. Gapapa. Yang penting update yah, walaupun isinya juga apa adanya. Aku sih opo enenge wae yoan lho dine ki, nek ora iso yowis. Piknik kapan-kapan. Padahal kalau jadi piknik beneran malah nggak jadi ditulis. Lha wong perjalanane mabok, teler. Tekan ngomah awak rasane lungkrah kabeh. Di tempat wisata juga nggak jadi ambil foto maupun keliling objek wisata untuk cari wangsit inspirasi. Teler, nggak kuat jalan-jalan.
Jadi fokus untuk belajar yang lain, yang kebetulan waktunya ada. Nulisnya juga itu munculnya. Lomba blog dan SP itu berdeadline jadi bisa benar-benar diusahakan untuk publish.
Ketika bulan Ramadhan kemarin saya belajar Seluk Beluk Job Review dari Widyanti Yuliandri. Sebenarnya daftarnya hanya coba-coba saja sambil berharap dapat beasiswanya. Alhamdulillah akhirnya nama saya tercantum sebagai salah satu peserta yang terpilih untuk mengikuti kelas secara gratis.
Banyak tips-tips daging dari ketua Ibu-ibu Doyan Nulis Pusat ini di kelasnya tersebut.
Salah satu yang paling saya ingat betul dan sedang saya praktekkan adalah mengoptimalkan sosial media untuk keperluan job review pastinya. Fokus yang saya lirik adalah memperbaiki feed Instagram. Hehehe.
Ummi, kok fokus ke Instagram sih, mau niqab selfie tiap hari?
Oh, no, dear. Tak ada maksudku untuk seperti itu.

Follow instagram @yuriadewi

Saya fokus belajar untuk memperbaiki feed yang isinya harus konten yang bagus. Bagus, bukan berarti isiannya selfie doang donk. Malah bosen kalau feed isinya wajah aduhai semua. Walaupun ditutup. Tapi tidak baik diekspos terus. Kalau dibuka pun juga tidak baik kalau isiannya gitu aja. Harus diisi hal yang bermanfaat karena kita blogger dan penulis, bukan selebgram yang sensasional binti fenomenal. Tapi kalau ingin terkenal sebagai selebgram ya gapapa sih. Terkenal karena kontennya yang bagus dan quote yang menginspirasi ya. Jangan yang aneh-aneh. Publish yang baik-baik saja, agar nanti tidak menumpuk dosa jariyah yang awetnya sampai ke akhirat.

Memangnya memperbaiki feed itu seperti apa sih? Lalu manfaatnya apa? Bukankah itu hanya kesenangan duniawi semata?
Manfaatnya?
Instagram itu sekarang sedang naik daun. Banyak dan melimpah job berasal dari sana. Seperti endorse. Mungkin juga disuruh ngebuzz. Bahkan jika tidak kebagian pun, kita masih bisa baperin orang agar membuka blog kita dari sana. Traffic naik. Atau bisa juga baperin orang dengan buku yang akan segera dilaunching dalam waktu dekat supaya netizen segera beli ketika sudah terbit beneran. Ini manfaat bagi para influencer sosial media dan blogger/penulis. Kalau pengguna saja, walaupun jadi korban klik, like, komen, share, maupun beli bukunya tapi kan juga dapat manfaatnya. Banyak ilmu yang di share oleh influencer sosial media dan juga blogger/penulis. Insyaallah nggak sia-sia memfollow akun mereka kok. Jangan lupa follow saya juga ya.
Tips optimalkan Instagram ala Widyanti Yuliandri :


 Nah, itulah sekelumit kisah *eh saya mengikuti kelas Seluk Beluk Job Review dari Widyanti Yuliandri.

Bijaklah berdunia maya karena dunia maya juga termasuk dunia fana.

  • Share:

You Might Also Like

16 comments

  1. Wah sya follow Instagramx ya mbk😘 semoga semakin sukses bund....

    ReplyDelete
  2. Kita udah temenan di instagram kan mak mut ��. Butuh effort sih kalo mau mempercantik feed, soalnya sampe sekarang aku masih suka2 postingnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yg @yuriadewi sepertinya sdh mak..yg lain blm cek..
      Hadewh kebanyakan akun

      Delete
  3. Instagram memang lagi naik daun mak... Ini aku juga lagi memperbaiki feed, hehe

    ReplyDelete
  4. Buat aku, jadiin feed IG cantik dan teratur itu susah banget maak 😂😂

    ReplyDelete
  5. Feeds Instagram saya apa adanya mak
    Wkwkkw... Malah nggak ada endorse endorse an karena siapakah saya ini ehehehe

    ReplyDelete
  6. bagus Mbak ulasannya...Semangat terus yaa:)

    ReplyDelete
  7. Setuju.
    Mbak Widya, memang sosok inspiratif, ya.
    Fotogenik, lagi!

    ReplyDelete
  8. sekarang instagram berpengaruh ya

    ReplyDelete

Jazakumullah khairon katsiron atas kunjungannya.
Silahkan tinggalkan kesan dan pesan.
Mohon jangan spaming ya :)

"Backlink-lah dengan cara yang ma'ruf"