Banner

https://www.muthmainnah.com

Ini Dia Cara Mengatur Anggaran Rumah Tangga Dibawah Sejuta


Mengatur anggaran belanja sebulan dengan budget yang terbatas memang mengerikan. Apalagi jika memiliki keluarga dengan dua orang anak misalkan. Bikin pusing. Namun jika Ummi tidak mengatur keuangan dengan baik bisa-bisa berantakan deh kehidupan di tanggal tua.

Sebagai menteri keuangan di rumah sendiri wanita memang harus benar-benar perhitungan mengeluarkan uangnya. Apa dikit dihitung. Terutama jika cuma diberi budget sejuta sedangkan Ummi fulltime mother. Pasti pusing sekali. Catat kebutuhan dan pengeluaran. Prioritaskan kebutuhan pokok daripada kebutuhan yang sekedar pengen.


Wanita kan doyan belanja. Terus gimana dong?

Betul. Dan saya juga merasakan. Beberapa kali mengalami kalap diskon. Pupung harga murah lalu beli eh ternyata kita tidak sedang butuh barang tersebut dan uang sudah terlanjur habis. Duh, pasti mewek di dada suami sambil protes uangnya kurang kan?

Saya beberapa bulan ini kebetulan berada di dalam kondisi seperti ini. Diberikan budget hanya sejuta di tengah kota yang harga-harga tinggi plus disuruh menabung 200ribu perbulan sama mertua. Duh. Mak'eee aku pengen mulih...

Pertamanya saya benar-benar kaget dan shock.

"Astagfirullah...kok gini amat. Pelit amat!"

Saya nangis hampir setiap hari di bulan pertama pindahan kesini. Setiap malam ngajakin berantem. Hahaha. Enggak juga ding. Hanya sekedar protes.

Tidak mungkin juga uang tersebut kami putar untuk dagang karena kalau uangnya buat modal berarti uang bulanan habis. Belum tentu juga akan cepat laku dan modal cepat kembali.

Saya mulai mencatat anggaran. Satu-satunya sumber uang yang saya catat adalah uang dari suami. Sejuta tet.

Sedangkan uang istri hanyalah milik istri. Ini sengaja saya dan suami menerapkan begini dengan pendapatan pasif saya karena saya mau benar-benar perhitungan. Pelit. Tapi saya berpikir gini "Paling ga, uang saya mau saya gunakan untuk pulang kampung sewaktu-waktu." Bulan kemarin kebetulan kami pulang kampung ke Solo. Bisa berangkat tapi balik kesini lagi terpaksa harus meminjam orang tua karena kehabisan ongkos. 

Sungguh saya tak mau lagi mengulangi hal demikian. Harusnya anak pulang meninggalkan uang untuk orang tua bukan malah minta ongkos pulang. Kalau sekarang sih mungkin sudah ada pinjaman24.id jadi praktis. Tidak merepotkan keluarga disaat yang serba dadakan.


1. Catat Uang Masuk 
Catat dan kurangi 2,5 persen untuk sedekah. Gak banyak kok tapi insyaallah bikin tentram hati ketika kita mengeluarkannya.


Setelah itu baru kurangi untuk investasi. Saya ambil 200ribu request dari mertua. Jadi sisa anggaran yang boleh digunakan untuk kebutuhan harian sekitar 775ribu saja.

2. Catat Semua Kebutuhan Pokok
Mulai dari kebutuhan aneka sabun untuk cuci-mencuci, kebutuhan dapur, transportasi, pulsa dan listrik. Gunakan nominal yang paling hemat. Misal untuk mencuci, saya mencuci seminggu sekali. Setiap mencuci saya budget 5000 untuk membeli deterjen yang 5000an namun bukan yang murah yang tak bisa berbusa. Ada kok yang 5000an. Kalau saya sih cukup untuk mencuci baju kami berempat selama seminggu.


Oh, iya. Saat ini saya menanam sayur sendiri atau meminta sayuran ke kebun mertua dan saudara yang petani sayur. Kenapa ga beli? Sayang. Dan disini sayuran ketika sudah di tangan pedagang di pasar harganya mahal. Misal labu jipan mertua saya menanam. Harga jual dari petani hanya Rp. 1000 saja perkilo. Sedangkan ketika kita membeli ke pedagang harganya gak mungkin seribu atau dua ribu perkilo. Kubis juga begitu. Di sepupu harga yang ia jual ke agen Rp. 6000 perkilo. Brokoli, sawi dll alhamdulillah ada saja yang ngasih.


Untuk uang transportasi memang hanya segitu karena kantor dekat dan kadang mengisi full tank bisa untuk lebih dari seminggu.

Susu anak-anak sudah dibelikan sama neneknya (mertua).

Next saya akan cerita lebih lama lagi tentang dunia anggaran rumah tangga. Ala saya tapi ya. Bukan ala pakar ekonomi.

Memang berumah tangga itu rumit. Terutama ketika awal rumah tangga, pindahan, dsb.

Post a Comment

26 Comments

  1. Alhamdulillah masih bisa menanam sayur-sayuran sendiri. Pengen deh kayak gitu, bisa swa sembada pangan. Tapi belum berhasil utk sayuran, kena hama terus. Kurang telaten kayaknya ...

    ReplyDelete
  2. Aku nih bisa bikin anggaran. Kalau hidup di desa masih terbantu tanam2 sayur sendiri. Gak semua hal dibeli

    ReplyDelete
  3. Dan anggaran setiap rumah tangga satu dengan yang lainnya tentu berbeda ya. Kalau saya yg masih hidup di kampung dan belum memiliki anak, tentu saja uang belanja Rp 1 jt per bulan cukup banget. Saya juga lagi mikir-mikir nih, gimana nanti kalau pindahan, terus harga kebutuhan pokok merangkak naik, dll.

    ReplyDelete
  4. Memang harus pintar ya kita sebagai menteri keuangan rumah tangga dalam mengatur uang yang dikasih suami. Aku sendiri sampai hari ini masih gabung sama suami buat uang keperluan rumah tangga.

    ReplyDelete
  5. Betul mba saat anggaran rumah tangga dikasih pas2an harus pandai mengaturnya.

    ReplyDelete
  6. Aku dulu pas tinggal di rumah sendiri,suka nahan sayur di halaman rumah. Sejak sering pindah2,jadinya beli terus.anggaran belanja harian aku patok 20rb. Alhamdulillah di subang relatif murah,jadi sebisa mungkin mengatur keuangan dengan baik.

    ReplyDelete
  7. Aku pernah mba, nyatet pemasukan dan pengeluaran secara manual, pke buku tulis. Ternyata enak pake app, install di hp. Jadi nggak ribut nyari bolpen yang sering ketlisut

    ReplyDelete
  8. Aku belum kebayang kalau menerima 1jt perbulan. Karena susu 3 org anak ini sih yg paling besar anggarannya,melebihi uang belanja pokok sayur mayur. Pengen belajar lebih banyak nih sama mbak

    ReplyDelete
  9. Uang banyak kurang sedikit cukup. Tp bisa mumet sih kl anggaran belanja 1 juta per bulan .Gimana ya ngaturnya.

    ReplyDelete
  10. Emang tantangan berat ya di awal berumahtangga, Manda. Begitulah ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ealah koq Manda ... maafkan. Mak Muthmainnah maksudnya

      Delete
  11. saya juga pengen bisa naanm sayur sendiri sayang halaman rumah sudah disemen semua :(

    ReplyDelete
  12. aku ga sempat nanam sayur dan dihitung2 belanja sayur juga emang sekarang mahal mba, aku cuman beli baput bamer cabe brokoli bisa 40ribuan klo nanam bisa hemat ya mba cuman ya aku males hehehe

    ReplyDelete
  13. Tapi aku juga lagi belajar loh mbak untuk anggaran belanja kebutuhan makanan sehari dan ternyata bisa lebih berhemat dari biasanya. Soalnya kalau soal makanan biasanya saya agak boros.

    ReplyDelete
  14. Intinya sebagai Ibu rumah tangga kita pasti sanggup nyukup2in ya mak, tapi seneng klo di kampung tu sayur2an bisa nanem sendiri
    Malah enak, bisa diatur tanpa pupuk kimia

    ReplyDelete
  15. Wah wah, boleh-boleh nih tipsnya diadopsi. Selama ini, aku jarang nyatetin semua pemasukan dan pengeluaran. Jadinya suka bingung duit hilangnya ke mana. :D

    ReplyDelete
  16. Aku juga nih nanam sayuran dan buah. Sampe sekarang aku termasuk royal dlm urusan duit. Ga oernah ta hitung2 biasanya awal bulan ada gaji suami langsung dikeluarkan sebagian untuk belanja kebutuhan bulanan dan infaq rutin. Sisanya untuk yang lain. Kebetulan ada usaha juga nah yg duit usaha ini yg catatannya harus rapi. Dan alhamdulillah ga pernah hutang.

    ReplyDelete
  17. Wow, mantap deh sebln bisa sejuta ��

    ReplyDelete
  18. Nah, mencatat pos2 pengeluaran itu penting banget. Tapi kenyataannya selalu malas untuk melakukannya. Harus mulai memperbaiki diri nih dengan tertib mencatat semua pengeluaran keluarga. PR bangeeeettt....

    ReplyDelete
  19. Alhamdulillah, tmpat tinggal saya juga tak jauh dari kantor. Isi BBM full tank bisa untuk seminggu lebih. Sedangkan untuk belanja harian (sayur dll), saya usahakan beli di pasar tradisional, kalau tdk bisa tiap hari, ya seminggu sekali bikin stock di kulkas.

    ReplyDelete
  20. Huaaa bisa ya bertahan dengan sejuta sebulan? Aku pernah nyatet pengeluaran uang tapi ga pernah khatam-khatam. Yang ada malah stres aja liat realita yang belanja yang bengkak dari budgetnya hahaha... Keren dirimu, mbak. Dan aku setuju, uang istri yang uang istri hihi

    ReplyDelete
  21. Alhamdulillah, kalau untuk belanja keperluan dapur bisa aih cukup sejuta kalau tidak jajan mulu hehe. Asal tidak ada tukang bakso lewat.

    ReplyDelete
  22. Hebat euy belanja bulanan bisa di bawah sejuta. Tp kalo mmg kebutuhan dapur bisa ditanam sendiri pastinya jauh lebih hemat ya mbak.

    ReplyDelete
  23. keren ihh....telaten melakukan pengelaolaan dan pencatatan keuangan....aku nih suah klo mo disiplin soal ini

    ReplyDelete
  24. Mengatur anggaran rumah tangga adalah seninya ibu rumah tangga. Wah catatannya detail ya mba, pengin bisa nyatat teliti seperti ini.

    ReplyDelete
  25. Saya paling males yang namanya nyatetin anggaran belanja ����

    ReplyDelete

Jazakumullah khair..
Silahkan tinggalkan kesan dan pesan.